Ilmu-bedah Jaman Pra-sejarah.

Selasa, 20 Maret 2012

Operasi-operasi yang berjalan dengan baik, yang diperlihatkan oleh orang-orang pra-sejarah di bidang gigi, memberikan dugaan tentang telah adanya suatu pengetahuan tentang pembiusan atau mematikan-rasa.
Akan tetapi kita mengetahui dengan pasti, bahwa orang-orang Mesir kuno menggunakan bahan mineral, yang sampai sekarang belum kita kenal untuk mematikan rasa si pasien. Untuk itu, orang-orang Inca menggunakan kokaine. Rupa-rupanya orang-orang Inca itu telah mengetahui tata cara amputasi dan pembedahan…. pada kira-kira 2.500 tahun yang lalu. Sebagai bukti mengenai hal itu, di dalam kuburan-kuburan orang-orang Inca telah diketemukan sejumlah besar alat-alat pembedahan, mata-panah, pisau-bedah, pisau-perunggu, pinset dan jarum. Malahan diketemukan juga tengkorak-tengkorak bekas dioperasi.


Suatu Pembedahan 2.500 Tahun yang Lalu
Kalau masih ada orang yang ragu-ragu, di bawah ini diungkapkan sebuah laporan mengenai pembedahan, yang dilakukan di Cina 2.500 tahun yang lalu, dan dilaporkan dalam riwayat “Hou Han Chou”.

“Dia (dokternya) menyuruh pasiennya menelan bubuk obat-bius, yang dicampur dengan anggur. Segera setelah si pasien mabuk dan kemudian pingsan, dia membuat suatu goresan pembedahan di perut atau di punggung, untuk mengambil setiap pertumbuhan, yang mengganggu dan membahayakan. Kalau perutnya atau isi perutnya (usus) yang terkena infeksi, maka dia membersihkan sama sekali bagian-bagian itu setelah dia terlebih dahulu mengambil semua bagian yang tercemar dan menimbulkan infeksi itu dengan menggunakan pisau-bedahnya. Dia kemudian menjahit luka-lukanya dan menggunakan semacam salep yang mentakjubkan, yang menyembuhkan luka-luka itu dalam empat atau lima hari; setelah lewat sebulan, si pasien telah sembuh sama sekali”.

Akan tetapi ilmu-pengetahuan di Cina tidak berhenti sampai di situ saja. Dalam abad ke 3 sebelum Masehi, Kaisar Tson Shi, mempunyai sebuah “Cermin-gaib”, yang dapat “menyinari tulang-tulang tubuh “. Apakah ungkapan, yang jelas itu, menyinggung sinar-X?

Kita mempunyai beberapa gambaran perincian mengenai “cermin” itu, yang tingginya 1,76 meter dan lebarnya 1,22 meter, dan disimpan di dalam istana Hien Yang di Changsi. Benda itu memantulkan gambar-kebalikan, akan tetapi tulang dan alat-alat dalam tubuh dapat dilihat dengan jelas, sehingga memungkinkan dapatnya segera diketahui, bilamana ada luka atau kerusakan. Bukankah gambar demikian itu, yang menjadi angan-angan ilmu pembuatan gambar sinar-X, yang kini masih dicari cara-cara pembuatannya?


Sumber Kita :

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ViTy'S News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger